Memahami Lebih Jauh Pentingnya Sistem Penanganan Kebakaran di Sektor Pertambangan


Fire suppression system secara garis besar menyediakan sistem keamanan dalam kondisi darurat kebakaran. Sistem ini bisa dibilang dibutuhkan di berbagai aspek kehidupan manusia, baik itu untuk bangunan tinggal seperti rumah maupun apartemen, hotel, fasilitas umum, hingga industri seperti pertambangan, manufaktur, dan lain sebagainya.


Adanya sistem penanganan kebakaran ini akan membantu para pelaku usaha di berbagai sektor industri. Contohnya ialah dalam menurunkan risiko kerusakan bangunan atau lokasi kerja, perlengkapan kerja, dokumen, maupun inventaris usaha lainnya.

Di sektor industri pertambangan sendiri, memilih sistem penanganan kebakaran yang tepat penting untuk dilakukan. Pasalnya, spesifikasi dan kebutuhannya di bidang pertambangan pasti akan jauh berbeda dibandingkan, misalnya, untuk kebutuhan rumah tangga, sekolah, atau tempat umum.

Terlebih, aktivitas pertambangan pasti mempergunakan peralatan berat yang mahal. Belum lagi, jenis peralatan yang digunakan pun sangat beragam. Oleh karena itu, operator tambang pasti menginginkan sistem penanganan dan perlindungan kebakaran yang benar-benar efektif, andal, dan bahkan otomatis untuk menjamin bahwa sistem langsung berfungsi begitu kondisi darurat kebakaran terdeteksi. Pun sebab proses operasional pertambangan sangat esensialserta adanya alat yang tidak dapat digunakan jelas dapat mengganjal produktivitas, operator tambang juga akan membutuhkan sistem yang hanya butuh perawatan minim serta mudah digunakan.

Nyatanya, air tak lagi jadi satu-satunya cara untuk menangani dan memadamkan api dalam situasi kebakaran. Malah, ada beberapa kasus di mana air justru mengakibatkan api jadi tak terkendali. Hal tersebut tentu wajib dihindari, termasuk dalam aktivitas pertambangan. Lantas seiring dengan perkembangan teknologi, muncul alternatif lain yang lebih efektif dan efisien dalam sistem penanganan kebakaran, yaitu dengan foam atau busa yang disemprot dalam tekanan tinggi.

Teknologi tersebut telah diterapkan dalam berbagai sistem pemadaman api, termasuk untuk aktivitas pertambangan, seperti yang diproduksi oleh FSI. Secara garis besar, foam yang digunakan dalam sistem ini memiliki tiga komponen: konsentrat foam, air, dan nitrogen, yang ketiganya dikombinasikan. Ketika sistem tekanan (suppression system) diaktifkan, alat akan menyemprotkan foam alias busa untuk mendinginkan dan memadamkan api, bahkan “memerangkap” uap yang sama-sama mudah terbakar agar tidak ada risiko kebakaran selanjutnya.

Penggunaan foam fire suppression seperti yang dimiliki oleh FSI ini disebut sebagai Foam Guard dan sangat ideal digunakan di lokasi di mana akses air tidak memungkinkan. Contohnya adalah gudang, ruang penyimpanan cairan mudah terbakar, hanggar pesawat terbang, bahkan di lokasi tambang, maupun pada peralatan dan mesin tambang. 

Sistem yang diproduksi oleh FSI secara khusus didesain agar penggunaannya dapat diaplikasikan bukan hanya untuk kebutuhan industri pertambangan, tapi juga industri kehutanan, manufaktur, transportasi, konstruksi, dan kelautan sebagai perlindungan dari api yang disebabkan oleh material maupun cairan mudah terbakar.

Di Indonesia, Anda bisa mendapatkan sistem pemadaman api ini dengan teknologi Foam Guard dari FSI melalui Fluidcon.

Post a Comment

0 Comments