Kenal Co-Parenting, Pilihan Pengasuhan Anak buat Pasangan Cerai

Tidak ada satupun pasangan suami-istri yang inginkan perceraian. Ditambah lagi jika sudah memiliki anak. Tetapi, jika perpisahan tidak terhindar, co-parenting mungkin bisa saja jalan keluar dalam membesarkan buah hati bersama. Berikut share Mommy Vynditan Azalea dari Babyologist.



Arti co-parenting masih mungkin terdengar asing di telinga. Nah, co-parenting sendiri adalah pengasuhan anak sesudah perceraian, orang-tua yang telah bercerai masih bersama mengasuh serta membesarkan si Kecil walau tidak ada ikatan pernikahan. Tidak ada satupun anak yang ingin orangtuanya bercerai, serta tidak ada satu orangpun yang inginkan rumah tangganya berbuntut perceraian kan?

Perceraian adalah salah satunya hal yang berefek besar pada psikologis anak. Beberapa dari pasangan yang bercerai memutuskan jalinan serta tersisa tanda pertanyaan besar buat anak, contoh "Ma, papah mana?" atau "Pa, mamaku ke mana kok jarang-jarang temuin saya?". Pertanyaan yang benar-benar mengiris hati tentu saja. Apa kita akan biarkan anak kita menanyakan semacam itu karena hanya keegoisan beberapa orang-tua yang bercerai? Jangan pernah anak merasakan saya tidak disayang serta pada akhirnya cari kasih sayang itu dari orang yang salah.

Kita mungkin dapat membesarkan anak satu orang diri sebab financial kita memenuhi, tetapi apa kasih sayang itu cukup? Anak kemungkinan merasakan hampa. Lumrah saja bila kita masih jengkel serta tidak suka pada bekas pasangan kita. Satu hal yang perlu kita letakkan di atas keegoisan kita ialah "Anak".

Waktu kita menanyakan untuk apa masih terkait dengan bekas, toh semua telah usai di meja persidangan? Ingatlah kembali jika masalah Anda serta bekas pasangan Anda masih bersambung sampai kapan juga sebab hadirnya buah cinta. Ganti langkah pandang itu taklukkan ego serta pisahkan di antara kekecewaan sebab nyatanya, kenyataannya belum juga ‘sembuh’ seutuhnya saat perceraian serta tempatkan kebutuhan anak di atas ke-aku-an itu.

Lantas bagaimana bila kita telah memperoleh pasangan? Haruskah masih membesarkan anak bersamanya. Pilihan berada di tangan Anda. Bahas dengan kembali dengan pasangan Anda, tetapi sebaiknya masih terbuka untuk berjumpa serta menghadapkan anak. Beri pemahaman pada pasangan Anda tentang bekas pasangan serta anak Anda.

Pengasuhan yang pas penting buat psikologis anak. Beri pemahaman pada anak bila sudah waktunya dia pahami. Terangkan tak perlu berbelit-belit, namun keterangan yang kita katakan tidak menjelek-jelekkan bekas pasangan kita, contoh "Mama papah cerai sebab papah kamu selingkuh". Berikan dengan benar-benar berhati-hati supaya tidak memunculkan trauma serta kurang yakin diri, serta tidak tutup peluang akan membuat emosinya meledak-ledak. Belum waktunya mereka tahu permasalahan apa yang memunculkan perceraian orangtuanya.

Langkah terbaik ialah berdiskusi bersama dengan bekas pasangan, duduk tenang bersama dengan anak serta sebutkan "Nak, mulai esok, papah akan tinggal bersama dengan om kamu, serta kita akan di sini. Tetapi papah akan seringkali kesini". Beri pemahaman jika walau telah berpisah, kasih sayang Anda serta bekas pasangan Anda akan sama pada anak.

Post a Comment

0 Comments